19 Desember 2011

Lampu

pemikiran tentang lampu

Sebuah perjalanan singkat. perjalanan dengan jarak pendek yang harus kutempuh untuk bergabung dengan Umat Muslim di kalimongso untuk menunaikan Sholat berjamaah sebagaimana perintah Rosulku.
Namun, dalam perjalanan yang teramat singkat ini ada suatu hal yang menarik perhatianku. dia adalah sebuah cahaya redup yang menyinari gedung Student Center. Entah kenapa nyala dari sebuah objek penebar sinar itu sangat mengusik hatiku, hati yang sedang sangat membutuhkan sebuah inspirasi.

Ya Lampu, sebuah kata pengganti dari si sumber cahaya tersebut yang  akrab bagi masyarakat indonesia, lampu ini memainkan peran yang penting bagi orang-orang yang masih beraktivitas di gelapnya malam yang menyelimuti. sebuah ide brilian bagi masyarakat modren yang padat akan aktivitas. ya coba saja anda bayangkan apa jadinya peradaban ini tanpa adanya lampu ? sudah jelas kengerian malam akan menakuti kita, ketakutan tentang ketidakpastian, ketakutan akan ketidaktahuan tentang keadaan di sekeliling!!! siapa sajakah orang yang tergantung padanya, mereka lah orang-orang itu;

Para ayah yang membanting tulang demi kehidupan keluarganya, coba bayangkan tanpa adanya "cahaya kehidupan" tersebut, tentu mereka akan kesepian dan tertekan. sebuah dunia keluarga yang dihidupi oleh ceceran keringat mereka akan terbayar dengan sebuah kesempatan berkumpul bersama dengan orang-orang yang dicintai tersebut untuk mereload energi untuk esok harinya.

Para pelajar dan pemikir. ya! rutinitas kegiatan di siang hari tidaklah cukup bagi mereka, sebuah kegiatan untuk meningkatkan nilai dari diri dan kehidupan di sekitar mereka memaksa mereka untuk memaksa kerja fikiran mereka hingga ujung batas. tak pernahkah terpikirkan bagaimana kondisi mereka jika cahaya hanya ada di siang hari, namun juga sebuah rasa terima kasih bagi mereka yang telah membuahkan inovasi tentang sinar malam ini menjadi lebih sederhana dan ringkas.

Para pencari kehidupan malam yang beristirahat di panasnya terik mentari namun menyibukan dirinya di malam hari. mungkin banyak orang yang akan berfikir negatif dengan oknum yang satu ini, namun jangan salah sangka sobat,bukan hanya "pihak kejahatan" akan tetapi "kebaikan" juga hidup di waktu yang sama,contoh dari mereka adalah para nelayan dan penjaga keamanan, disa'at kita sedang tertidur dengan lelapnya, mereka berusaha untuk mengais rejeki dengan bantuan cahaya tersebut. hal yang telah menyingkirkan jauh-jauh batasan waktu yang ada.

memang sekejap terlintas di benak saya tentang makna sebuah lampu, hanya oretan kecil yang tidak berarti yang dapat saya hasilkan, namun lumayan untuk melatih jari-jemari ini untuk menulis di tengah malam di bawah cahaya lampu 11 watt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar